KMNU-UNILA.Org : Menebar Dakwah Ahlussunnah Waljama'ah Annahdliyah

Berita KMNU

Info NU

Aswaja

Kegiatan Organisasi

Kairo (Kalam Indah Romadhon)

Thursday, December 30, 2021

Kepengurusan KMNU Unila Masa Khidmat 2022 Resmi Dilantik

 


Bandar Lampung – Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung mengadakan pelantikan pengurus baru masa khidmat 2022. Pelantikan dilakukan oleh Febri Setiyoko selaku ketua Regional Sumatera-Malaysia di Gedung 3 PWNU Lampung (29/12).

Dalam sambutannya, Andi Adam (Pend. Ekonomi 2018) selaku Ketua Umum demisioner KMNU Unila berpesan jadilah pengurus yang amanah serta menjadikan kepengurusan ini sebagai wadah dalam berproses.

"Ketika kita diberi sebuah amanah (dalam suatu kepengurusan), kerjakanlah dengan ikhlas. Karena kita disini bukan untuk sekedar berorganisasi saja, tetapi kita mengabdi pada NU dan KMNU. Kerjakan apa yang sudah diamanahkan kepada kita, lakukan sebaik mungkin".

Senada dengan yang disampaikan ketua umum demisioner, biasa disapa Pae Purwo selaku penasehat KMNU Unila menekankan agar menjadikan kuliah serta organisasi sebagai prioritas utama.

"Kuliah itu nomer satu, organisasi juga nomer satu", tuturnya.

Sementara itu, Agus Nurwahid (Peternakan 2019) selaku Ketua Umum KMNU Unila periode 2022 mengungkapkan bahwasanya untuk kepengurusan baru ini agar dapat bekerja sama selama periode kepengurusan serta berkontribusi untuk kemajuan KMNU sesuai dengan bidangnya masing-masing.  

Acara tersebut juga dihadiri tamu undangan, diantaranya alumni KMNU Unila, dan PMII Komisariat Unila. (Riyan Yulianto)

Monday, December 20, 2021

Ketua dan Wakil Ketua Umum baru KMNU Unila Periode 2022 terpilih pada MUM ke-12

 

Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Lampung telah usai menyelenggarakan Musyawarah Umum (MUM) pada tanggal 18-19 Desember 2021. Acara tersebut dihadiri oleh alumni, Majelis Permusyawaratan Organisasi, pengurus serta panitia pelaksana.


 Pada musyawarah umum ke XII ini telah dibahas mengenai tata tertib musyawarah umum,  AD ART, dan TKO, serta GBHO yang kemudian dilanjutkan dengan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari setiap departemen diantaranya Presidium inti, Kaderisasi, Kajian dakwah, Kewirausahaan, Sosial Masyarakat, Infokom, BSO Seni Islam, dan BSO Metro.


 Selanjutnya pada pelaksanaan MUM ke XII hari kedua, dilangsungkan pendemisioneran kepengurusan sebelumnya serta dilakukan pemiliahan ketua umum dan wakil ketua umum untuk kepengurusan periode selanjutnya. Dalam musyawarah umum tersebut telah dipilih ketua umum dan wakil ketua umum yaitu Agus Nurwahid (Peternakan 2019) sebagai ketua umum terpilih  dan Octa  Ridho Pangestu (Hukum 2019) sebagai wakil ketua umum terpilih.


 Agus Nurwahid selaku ketua umum terpilih menyampaikan agar para pengurus nantinya dapat bekerja sama dengan baik. Dan para pengurus yang sudah demisioner juga diharapkan dapat berperan aktif dalam membimbing pengurus-pengurus yang baru.


 "Kita sama-sama bekerja sama. Dan saya berharap agar para pengurus yang telah demisioner nantinya dapat membimbing dan membantu selama kepengurusan" Ungkapnya.


 Berbeda dengan wakil ketua umum KMNU Universitas Lampung terpilih yang atas terpilihnya menjadi wakil ketua umum KMNU Universitas Lampung. Beliau mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir atas kepercayaan nya dalamnya sebagai Ketua umum dan wakil ketua umum terpilih.


 "Saya sangat berterima kasih serta meminta kepada para MPO atau pengurus yang baru saja di demisioner senantiasa membantu dan membimbing selama periode kepengurusan selanjutnya." Tuturnya.


 Setelah pemilihan ketua umum dan wakil ketua umum, kemudian dilanjutkan dengan ke anggotaan Majelis Permusyawaratan Organisasi.


(rilis/vevy)

Sunday, October 24, 2021

Aswaja Youth Camp, KMNU Unila 2021


Bandarlampung: Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Lampung (KMNU Unila) melaksanakan Aswaja Youth Camp, kegiatan ini dilaksanakan di Kantor PW LP ma'arif NU Lampung & Kantor PC LP Ma'arif NU kota Bandar Lampung, Minggu (24/10). 

Kegiatan ini dihadiri oleh 45 peserta calon anggota KMNU Universitas Lampung, alumni, dan pembina.  Berjalan selama tiga hari AYC 2021 ini di buka dengan lantunan sholawat nabi dalam rangka memperingati Maulidurrosululloh SAW dan  dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC dengan serangkaian sambutan dari ketua pelaksana, ketua umum KMNU Universitas Lampung, serta Majelis Pertimbangan Organsisasi (MPO).

Tujuan dari diselenggarakannya Aswaja Youth Camp ini guna menambah pengalaman dan memberikan kesempatan kepada calon anggota KMNU untuk mengenal KMNU secara lebih luas lagi serta mengeskplorasi nilai-nilai keaswajaan, ke NU an, mengenai bagaimana berorganisasi, dan mengenali diri sendiri secara kaffah.

Pada saat pembukaan Sugeng Haris selaku MPO, menyampaikan ucapan terimakasih kepada pengurus, panitia dan seluruh anggota KMNU Unila atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau mengatakan "dalam mencari ilmu itu luaskan hatinya. Di AYC ini kalian bisa mencari jati diri, bertemu teman baru, dan masih banyak lagi".

Seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh peserta dengan khidmat.

Lutfiah Yuniar

Wednesday, September 22, 2021

KMNU Unila hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung NU yang dipimpin Rektor Unila Prof. Karomani


BandarLampung: Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Karomani, M.Si memimpin peletakan batu pertama pembangunan gedung NU di Rajabasa Raya, Selasa (21/09). 

Beberapa tokoh Nahdlatul Ulama turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya KH. Khafifuddin Hanif (Ketua Mustasyar PWNU Lampung), KH. Izzuddin (Syuriyah PCNU Kota BandarLampung), Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Universitas Lampung dan beberapa civitas akademika Universitas Lampung lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Karomani, M.Si. berpesan bahwa sebagai warga NU harus memiliki tempat untuk bernaung dan berkumpul, selain itu diharapkan para pejabat pemerintahan tidak hanya memanfaatkan Nahdlatul Ulama hanya pada ketika pemilihan saja namun ditinggalkan setelah terpilih. 

Andi Adam (Ketum KMNU Unila) yang hadir pada acara tersebut berharap semoga gedung yang dibangun bisa memfasilitasi setiap kegiatan nahdliyyah dilingkungan Bandar Lampung, khususnya dari kalangan mahasiswa dan civitas akademika Universitas Lampung.

Dalam sambutannya, Prof. Karomani berpesan "semoga pembangunan gedung NU dapat berjalan lancar selama 6 bulan kedepan terhitung 22 September 2021"

Sebelum dilaksanakan peletakan batu pertama, acara diawali dengan kegiatan istighosah dan doa bersama. Tawasul dipimpin oleh KH. Khafifuddin Hanif, dilanjutkan pembacaan istigosah berupa ratibul Haddad yang dipimpin oleh Kyai Munirul Ikhwan (Pengasuh Pondok Pesantren Huffadh El Karimi Syah, Rulungraya-Natar), dan ditutup doa yang dipimpin oleh KH. Izzuddin


Penulis: Anisa Maulidia

Penyunting: Riyan Yulianto

Sunday, September 5, 2021

Rutinan kajian kitab "Aqidatul Awam"

Notulensi Ngaji Kitab “Aqidatul Awam” 
Bersama Mas Tito Gustowo (Presnas 5 KMNU Pusat)
Jum'at, 4 September 2021
Melalui Google Meet

Pada saat kanjeng Nabi dilahirkan di kota di Mekkah dan wafat di kota Madinah pada saat usia 63 tahun, dan kemudain menerima wahyu. Ini artinya sebelum pada masa kerasullan, nabi saat itu sempat bergaul dan ber adaptasi dengan masyarakatnya. Sehingga pada suatu pristiwa besar yaitu peletakkan batu  dan usia Kanjeng Nabi saat itu masih usia 30 tahun. Itu adalah salah satu ciri ciri kenabian dimana nabi saat itu mampu menetralisir sebuah konflik antara kaum nya, memang saat itu sempat terjadi konflik atau perpecahan dikarenakan peletakan batu besar itu dan itu terjadi saat kanjeng nabi sebelum menjadi nabi. Kemudian Nabi Muhammada Saw diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun genap. Jika dilihat dalam sebuah  Toel Saheh maka nabi itu berpendapat bahwa mendapat wahyu pertama pada tanggal 21 Ramadhan dan pendapat lainnya 25 Ramadhan. Namun yang digunakan pada tanggal 17 dan alasan mengapa yang diambil pada 17 Ramadhan, karena itu merupakan kesepakatan para Ulama, dan karena adanya  firman Allah bahwa itu di turunkan ketika Malam Lailatul Qodhar dan tanggal 17 itu lah diambil saat kanjeng nabi menerima wahyu.  Setelah 13 tahun di kota Mekah Nabi mendapatkan wahyu pada umur ke 40 tahun, sehingga tahun Hijriah dimulai ketika nabi muhammad aberumur ke 53 tahun. Pada saat usia 40 tahun saat itu  Nabi diberikan rasa oleh Allah artinya  pada zaman dahulu bahwa sebagian manusia mencari hakikat hidup,dan makna hidup. Maka dari itu allah memberikan rasa berkhalwat kepada Nabi Muhmmad SAW. 

Rasulullah SAW diberi oleh ALLAH SWT keturunan berjumlah 7 orang anak. 3 orang laki laki serta 4 orang perempuan. semua anak anak Nabi Muhammad SAW lahir dari rahim Ummul Mukminin Khadijah Binti Khuwailid RA kecuali satu orang saja yaitu yang bernama Ibrahim, Ibrahim sendiri lahir dari rahim Mariyah Al Qibthiyyah. kesemua anak laki laki Rasulullah SAW meninggal pada usia yang masih kecil. berbeda dengan putri putri Nabi yang tumbuh beranjak dewasa dan melaksanakan pernikahan dan Zainab, anak perempuan Rasulullah saw. yang tertua. Ruqayyah, putri Rasulullah saw. yang diperistri oleh Utsman bin Affan, ini wafat pada hari ketika Zaid bin Haritsah menyampaikan berita gembira tentang kemenangan kaum muslimin dalam pertempuran Badar. Ummu Kultsum, putri Nabi saw. yang dinikahi Utsman bin Affan setelah saudarinya (Ruqayyah) wafat. Ummu Kultsum wafat pada bulan Sya’ban tahun 9 Hijriyah tanpa memiliki anak. Fathimah (Fatimah) atau Fatimah az-Zahra, putri Nabi saw. yang diperistri oleh ‘Ali bin Abi Thalib. 

Rasulullah memiliki tiga orang putra; yang pertama Qasim, namanya menjadi kunyah Rasulullah (Abul Qashim). Qashim dilahirkan sebelum kenabian dan wafat saat berusia 2 tahun. Yang kedua Abdullah, disebut juga ath-Thayyib atau ath-Tahir karena lahir setelah kenabian. Putra yang ketiga adalah Ibrahim, dilahirkan di Madinah tahun 8 H dan wafat saat berusia 17 atau 18 bulan.

Sunnahnya melakukan Aqiqah bagi seorang bayi yang baru dilahirkan.Diantaranya yaitu: Dari Samurah bin Jundab dia berkata , Rasulullah bersabda. : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.”

Sunnahnya Akekoh

1. Ketika laki-laki itu dipotongkan kambing besar/gibas.

2. Memotong rambut, dan rambutnya di sodakohkan 

Bedanya dengan kurban jika Akekoh dagingnya harus dimasak matang dan manis, jika kurban itu mentah saja. 

Notulen : Siska Oktaviani (HI 20)

tasawuf

Puisi

Humor