KMNU-UNILA.Org : Menebar Dakwah Ahlussunnah Waljama'ah Annahdliyah

Berita KMNU

Info NU

Aswaja

Kegiatan Organisasi

Kairo (Kalam Indah Romadhon)

Thursday, July 22, 2021

KMNU Unila lakukan kolaborasi bersama KMNU UGM

Bandarlampung -  Seperti biasanya KMNU UNILA mengadakan pembacaan yasiin & tahlil setiap malam jum'at. Selama pandemi kegiatan kebanyakan diadakan secara virtual melalui Google Meet ataupun Zoom Meeting. Kegiatan ini dipimpin secara bergantina sesuai giliran yang sudah ditentukan oleh departemen kajian dakwah selaku koordinator kegiatan, Kamis (22/02/21).

Namun, kali rutinan yang diadakan sedikit berbeda karena adanya kolaborasi dengan KMNU UGM. Hal yang melatarbelakangi kolaborasi ini tak lain yaitu untuk menjalin tali silaturahmi antar KMNU se-Nasional. Selain pembacaan yasiin & tahlil kegiatan ini disambung dengan kegiatan sarasehan atau sharing antara KMNU Unila & KMNU UGM, tujuannya yaitu untuk saling berbagi tips dan trik terkait kegiatan-kegiatan yang diadakan pada kedua KMNU tersebut. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua umum KMNU UNILA dan KMNU UGM. Selain itu juga kegiaatn ini dihadiri oleh jajaran pengurus serta anggota KMNU UNILA & UGM sebanyak kurang lebih 70 peserta. Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar KMNU UNILA dan KMNU UGM, dan harapannya kegiatan ini dapat berkelanjutan.

Pada akhir acara Andi Adam (Ketum KMNU UNILA)  menyampaikan beberapa harapannya baik terkait acara maupun keberlanjutan KMNU. Ia berharap dengan bergabung di KMNU kita bisa memberikan hal terbaik untuk kader, kedepannya dapat memberikan wadah dan ruang dalam hal prestasi, relasi dll. Termasuk bisa memberikan kemampuan lebih kepada seluruh kader KMNU untuk bekal setelah dunia perguruan tinggi. Sehingga setelah kader-kader KMNU sudah terjun kemasyarakat dapat mengamalkan hal-hal yang sudah di dapatkan di KMNU.  

Dalam closing statement-nya Andi menyampaikan bahwa "pandemi bukan lagi suatu hambatan bagi suatu organisasi, dan kita harus bisa menjadikan pandemi ini sebagai suatu tantangan sehingga kita bisa memberikan solusi terbaik  untuk hambatan tersebut". Diakhir kalimatnya mahasiswa Pendidikan Ekonomi 2018 tersebut menekankan ketika ber KMNU jangan pernah berharap diberikan sesuatu oleh KMNU tapi bagaimana kita memberikan sesuatu untuk KMNU.

Tak lupa dari KMNU UGM M. Taqiyyudin menyampakan kalimat penutupnya yaitu "Jangan malu ber NU dan jangan malu ber KMNU ojo minder koe NU ojo minder koe KMNU"

Kemudian kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama.

Miftah, SN. (FKIP'18)

Saturday, July 17, 2021

Ngaji Kitab Aqidatul Awwam, KMNU Unila

Notulensi Ngaji Kitab “Aqidatul Awam” 
Bersama Mas Tito Gustowo (Presnas 5 KMNU Pusat)
Jum'at, 16 Juli 2021
Melalui Google Meet

1. Iman kepada Malaikat
Jumlah malaikat tidak ada yang tahu kecuali Allah SWT. Yang wajib kita imami hanya 10. 
Ruusul Malaikat
Alfatil ula : Munkar dan Nakir ( penanya dalam kubur) wujudnya digambarkan warnanya hitam besar dan taringnya bisa membakar bumi, mempunyai rambut panjang terurai sampai ke bumi, pandangannya seperti kilat. Suara nya seperti kilat atau menyambar, jika berkata keluar dari mulutnya api, nafasnya mengeluarkan angin yang kering. Munkar membawa gada dari besi, jika alam bumi dan malaikat dipukul maka akan hilang, kedua malaikat bertugas menanyakan manusia dan jin. Malaikat Munkar dan Nakir datang setelah orang 7 langkah meninggalkan kubur, imam Ibnu Hajar berpendapat bahwa ruh akan kembali setelah meninggal hanya separuhnya saja, ketika ruh dikembalikan tidak semuanya kita akan merasakan tidak hidup dan tidak mati. Cacing2 akan keluar ketika ditanya malaikat Munkar dan Nakir. Datangnya malaikat itu mengagetkan, jika orang muslim malaikat akan datang dengan sopan. 

Soalnya setiap orang berbeda-beda,.orang yang tidak ditanyain dalam kubur yaitu para nabi, orang rajin membaca surah al-mulk, orang yang membaca Al ikhlas. Dinamai Munkar dan Nakir karena tidak ada satupun makhluk Allah yang sama dengan malaikat tersebut. Allah SWT menciptakan malaikat Munkar dan Nakir paling unik. Datang kepada orang mukmin dengan lemah lembut karena pada saat saidina Umar meninggal, ketika malaikat Munkar dan Nakir datang saidina Umar kaget dan digertak dengan larangan jika mendatangi muslim tidak sopan. Malaikat rumman datang sebelum malaikat Munkar dan Nakir datang, wahai hamba Allah tulis lah semua amalmu, yang menjadi kertasmu ingatan mu sendiri menjadi kertas dan lidah kita menjadi tintanya. 

Ada dua malaikat penjaga : malaikat hafidzun dari bahaya, malaikat rakib dan atid. Setiap orang mukmin 10 dimalam dan 10 disiang (jumlah malaikat hafidzun). 

Malaikat yang memiliki gudang surga dan neraka: Ridwan dan Malik . Malaikat zabaniah ada 19 kelompok dan jumlah tentara malaikt Malik kecuali Allah. Neraka paling atas yaitu neraka jahanam (mukmin fasik atau maksiat), neraka ladzo, neraka hutomah, neraka sair (Yahudi menyembah sapi), sakor (majusi), jahim (penyembah berhala), hawiyah (munafik dan orang kafir), bahan bakar nya.manusia dan batu.  Malaikat Ridwan penjaga surga Allah SWT. Pintu surga ada 8 yaitu pintu dua sahadat, solat, puasa, zakat, haji, amar ma'ruf, jihad, menjaga pandangan. Surga yang paling baik yaitu surga firdaus terletak di tengah, atasnya surga itu arsy nya Allah.

Tata Atmadewi-FKIP'19

Monday, June 28, 2021

Mengulik Kesetaraan Gender Kala Pandemi dalam Webinar KMNU Unila


Departemen Mar'atussholihah KMNU Unila menyelenggarakan kegiatan webinar khusus akhwat melalui platform zoom meeting pada hari Selasa (22/05/2021).

Kegiatan yang bertemakan "Peran Perempuan dalam Usaha Meraih Kesetaraan di Masa Pandemi Covid-19" ini menghadirkan narasumber yang sangat luar biasa, yakni Nuri Resti Chayyani, S.E., M.E. yang merupakan salah satu alumni KMNU Unila. Serta dipandu oleh Fatimah Tuzaroh (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2019). 

Kegiatan ini berjalan dengan sangat baik dimana sang narasumber memaparkan materinya dengan jelas. Mulai dari apa itu gender, perbedaan antara gender dengan jenis kelamin yang masih sering disalahartikan oleh sebagian orang, hingga bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang dialami baik oleh laki-laki ataupun perempuan. Sang narasumber pun menjelaskan bagaimana sejarah dari kesetaraan gender itu mulai digaungkan oleh dunia. 

Terdapat fakta menarik bahwa, Indonesia menduduki peringkat ke 10 di Asia dalam hal Kesetaraan Gender. 

Namun sayang, kesetaraan gender ini mengalami kemunduran secara global di kala pandemi (Menurut Laporan Kesenjangan Gender Global 2021 yang dirilis oleh World Economic Forum, 31 Maret 2021).

Setelah sesi pemaparan materi, diadakan sesi tanya jawab dengan satu pertanyaan saja. 

Selanjutnya moderator memberikan kesimpulan atas materi yang telah disampaikan oleh narasumber, sebagai berikut:

"Pengertian dari gender adalah perbedaan peran, fungsi, dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan dari hasil konstruksi sosial. Kemudian, lahirnya ketidaksetaraan gender itu terjadi karena adanya masyarakat yang masih menyalahartikan tentang kodrat. Selanjutnya, adapun bentuk-bentuk ketidakadilan gender tersebut antara lain seperti marginalisasi, subordinasi, adanya tindak kekerasan serta double burden atau beban ganda".

Kemudian kegiatan ini dilanjutkan dengan penutupan, dan diakhiri dengan sesi foto bersama.

Faadhilah R-Infokom

Sunday, May 30, 2021

Untuk meningkatkan pemahaman jurnalistik, KMNU Unila adakan "Pelatihan Jurnalistik"

Bandarlampung: Telah berlangsung kegiatan pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh Departemen Informasi dan Komunikasi KMNU Unila melalui platform Zoom Meeting, Sabtu (29/5). 

Kegiatan ini mengusung tema "Mengenal dan Memahami Jurnalistik sebagai Media Massa yang Menarik" dengan menghadirkan narasumber yang sangat istimewa yaitu Adam Rouf Hidayat, Sang Ketua Umum KMNU Unila 2017.

Pelatihan yang diadakan KMNU Unila ini bertujuan agar para peserta lebih memahami bagaimana cara membuat berita yang menarik tanpa menghilangkan nilai keobjektifannya.  

Narasumber pun menjelaskan materi tentang Teknik Menulis Berita. Termasuk di dalamnya definisi dari sebuah jurnalisme, nilai berita, bagaimana menulis berita hingga melaporkannya. 

"Ada beberapa rumus yang harus kita cantumkan dalam berita dan nilai-nilai yang tidak boleh atau selain dari poin ini. Pertama adalah mendidik, kedua ialah mencerahkan, ketiga yakni memberdayakan, dan terakhir yaitu kebangsaan/NKRI", tuturnya.

Pelatihan ini berjalan dengan lancar dan menimbulkan antusiasme yang baik dari para peserta, terbukti dari masuknya beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh narasumber. 
Salah satu pertanyaan dari peserta, 
"Bagaimana cara agar judul artikel yang kita buat termuat di headline google?" 

Jawaban dari sang narasumber, 
"Caranya itu hampir sama dengan membuat artikel di blog. Jadi kita harus mencari kata kunci dari suatu kata yang umum dipakai oleh masyarakat. Kemudian pengulangan kata, seberapa banyak kata itu muncul di artikel kita maka kemungkinan besar berita itu akan termuat dalam kolom pencarian google."

Setelah sesi tanya jawab selesai, dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri dan diakhiri sesi foto bersama. 

[Infokom/Faadhilah Rahmatika]

Wednesday, May 5, 2021

Ngabuburit Sore Berfaedah ala KMNU Unila


Sebagai bagian dari program kerja Departemen Kajian Dakwah & Sosmas Unila, KMNU Unila mengadakan acara Ngasor atau Ngabuburit Sore bertemakan "Melangkah Menjadi Entrepreneur Muda" melalui platform zoom cloud meeting pada Selasa kemarin (04/05/2021).  Kegiatan ini dimulai pada pukul 16.30 WIB dan berlangsung selama satu setengah jam dipandu oleh Master of Ceremony yaitu Ulfia Nur Anisa, Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia 2020.

 

Dalam pembukaan acara tersebut, Ketua Umum KMNU Unila, Andi Adam Rahmanto mengingatkan kepada para audiens untuk benar-benar memperhatikan materi yang akan disampaikan oleh narasumber. "Pelajarilah hal yang nanti akan disampaikan agar kita menjadi seorang yang profesional tetapi masih dalam tingkatan kita, belum ke perusahaan. Harapannya ketika kita sudah bisa menempatkan diri kita menjadi orang yang profesional dari tahap terkecil. Maka kita kelak juga akan menjadi orang yang memiliki integritas serta keprofesionalan dalam bidang yang akan kita jalani kelak", ujarnya.

 

Acara ini dimoderatori oleh Erna Wahyu Septiana, Pendidikan Fisika 2020. Dan menghadirkan narasumber yang sangat istimewa yakni Indah Murnia Sari, Bendum KMNU Unila 2019/2020 yang meraih PMW tahun 2020 dan juga merupakan owner dari @buket_asikbdl.

 

Kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan akan bagaimana menjadi seorang entrepreneur yang baik, langkah awal mendirikan usaha, hingga manajemen waktu antara kuliah dan usaha. Disamping itu, narasumber juga memaparkan informasi tentang Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) serta tips sukses meraihnya sehingga akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang sedang mengikuti PMW.

 

Setelah narasumber selesai memaparkan materinya, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan saat sesi itu berlangsung. Salah satunya dari Dede Gita Pratiwi, Pendidikan Bahasa Inggris 2019, ia menanyakan apa yang harus dilakukan jika sudah memiliki ide usaha namun bingung dengan langkah awalnya, di tambah lagi ada perasaan takut untuk memulainya?

 

Pertanyaan itu pun langsung dijawab oleh sang narasumber "Pertama, jangan takut. Bila kita sudah memiliki ide, coba uraikan dalam bentuk tulisan seperti bahan dan alat apa saja yang diperlukan. Kemudian, cari referensi proposal mirip dengan usaha yang ingin kita ajukan. Setelah itu, kita bisa mencari poin plus dari produk kita dibanding yang lainnya. " Setelah sesi tanya jawab berakhir, ditutup dengan Closing Statement oleh narasumber: "Ketika kita mau mendirikan usaha, kita harus tau dulu nih pasarnya seperti apa. Orang-orang di sekitar kita circlenya gimana dan kesukaannya apa. Kalau jualan, jangan sampai menolak pesanan customer karena ke depannya mereka gak mau lagi untuk pesan ke kita dan lebih memilih ke tempat lain. Jadi jangan sampai kehilangan pelanggan. Yang penting kita selalu konsisten dalam memperbaiki produk/produk makanan yang kita jual. Jadi yang tadinya rasanya keasinan, maka produk selanjutnya kita perbaiki jangan sampai keasinan atau terlalu manis. Contohnya kayak mbak pertama buat buket itu belum bisa serapih sekarang. Hargailah proses.

 

"Yang penting kita harus percaya diri, yakin dan selalu memperbaiki diri sendiri dan apapun yang kita produksi." tuturnya.

[Infokom/Faadhilah Rahmatika]


tasawuf

Puisi

Humor