Kader NU Melejit dengan Prestasi Gemilang - KMNU-UNILA.Org : Menebar Dakwah Ahlussunnah Annahdliyah

Monday, May 21, 2018

Kader NU Melejit dengan Prestasi Gemilang



Bandar Lampung, - Sekretaris Umum Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama  (KMNU) Universitas Lampung, Hesta Anggia Sari terpilih sebagai peserta SEA-Teacher Project atau juga biasa disebut dengan Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia.

"Alhamdulillah, saya diterima di program ini. Sebelumnya pesimistis mengingat saya angkatan 2016 yang sebelumnya belum boleh mengikuti program itu," ujar Hesta, di Bandar Lampung, Senin (21/5).

SEA-Teacher Project adalah program yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari universitas yang ada di Asia Tenggara untuk memiliki pengalaman praktikum mengajar di sekolah-sekolah di negara-negara lain di Asia Tenggara.

Program tersebut diinisiasi oleh Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO). Organisasi yang didirikan pada tahun 1965 yang melibatkan negara di Asia Tenggara untuk mempromosikan kerja sama di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan di negara-negara anggota.

Terdapat sebelas negara anggota SEAMEO yang bekerja sama dalam program ini. Satu tujuan besarnya yakni bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Asia Tenggara dan merevitalisasi pendidikan guru dan terus membangun dan memperkuat kapasitas guru di wilayah negara asal.

Tak menyerah, Hesta menanyakan pada BAK (Badan Akademi Kemahasiswaan) FKIP ( Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) syarat rinci program itu.

"Akhirnya saya diperbolehkan untuk ikut program itu dan melakukan tes wawancara dengan para juri, wakil dekan tiga dan staff lainnya," ujar Hesta.

Mahasiswa angkatan 2016  tersebut memang sudah ada niat untuk berpartisipasi dalam program itu meskipun belum mendapatkan mata kuliah microteaching, satu syarat wajib untuk mengikuti tes SEA Teacher Batch.

Namun Hesta mampu bersanding dengan kakak tingkatnya dan menggeser posisi kawan seangkatannya yang juga ikut dalam test wawancara SEA Teacher Batch 6 tahun 2018 ini.

"Ada dua orang dan beberapa kakak tingkat yang seangkatan dengan saya waktu itu dari pendidikan matematika, namun tidak lolos dalam tahap tes wawancara dengan wakil dekan tiga dan para juri," kata Hesta lagi.

Ia berharap mahasiswa FKIP dapat mencoba program dimaksud guna mengembangkan pedagogis dalam berpengalaman belajar mengajar dengan berbahasa Inggris.

Hesta optimistis, mahasiswa-mahasiswa Indonesia juga memiliki kemampuan berani bersaing dengan mahasiswa luar negeri.

"Dari ajang-ajang pendidikan bergengsi, mahasiswa Indonesia harus  lebih percaya diri dan terus berkarya untuk Indonesia. Terkhusus untuk kader NU yang sekarang ini mulai melambung prestasinya dikancah nasional maupun dikancah internasional," kata dia.

Hesta juga berharap kader KMNU Unila  tetap semangat mengembangkan sayap. "Khususnya untuk KMNU, ayo bangkit, melanglang buanalah sejauh mungkin, bawa nama baik KMNU, kampus, juga Indonesia. Tidak ada alasan lagi untuk tidak terus berkarya, karya tidak akan datang dengan sendirinya, namun karya akan datang saat kita berusaha," ujar Hesta. (Istiqomah)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda