Bandar Lampung, 25 September 2026 — Semangat mencintai Al-Qur’an tidak hanya diwujudkan melalui pembelajaran, tetapi juga melalui ruang kompetisi yang mempertemukan kemampuan, kreativitas, dan pemahaman mahasiswa. Semangat tersebut turut dibawa Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung (Unila) dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Universitas Lampung Tahun 2026.
Sebanyak 15 kader KMNU Unila ambil bagian dalam MTQ Universitas Lampung 2026 melalui enam cabang perlombaan, yakni Musabaqah Tartil Qur’an (TL), Musabaqah Fahmil Qur’an (FQ), Musabaqah Syarhil Qur’an (SQ), Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al-Qur’an (KTIQ), Musabaqah Desain Aplikasi Komputer Al-Qur’an (DAQ), serta Musabaqah Pembacaan Kitab Maulid Nabi Muhammad SAW (MMN).
Keberagaman cabang tersebut menunjukkan bahwa semangat Qur’ani dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk. Tidak hanya melalui kemampuan membaca Al-Qur’an, kader juga mengembangkan pemahaman, kemampuan menyampaikan pesan, tradisi keilmuan, kreativitas teknologi, hingga kecintaan terhadap khazanah keislaman.
Bagi KMNU Unila, keikutsertaan dalam MTQ tidak sekadar menjadi ajang untuk berkompetisi dan meraih prestasi. Kegiatan ini menjadi ruang bagi kader untuk mengembangkan potensi, melatih keberanian, membangun pengalaman, serta menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan akademik dan organisasi.
Ketua Umum KMNU Unila, Arjuna Yulizar Mahendra, menyampaikan bahwa keikutsertaan kader dalam MTQ menjadi bagian dari upaya mendorong mahasiswa untuk terus berkembang sekaligus memperkuat kedekatan dengan Al-Qur’an.
“Kami melihat MTQ bukan hanya sebagai ruang untuk berkompetisi, tetapi juga sebagai ruang bagi kader untuk belajar dan mengembangkan potensi. Keenam cabang yang diikuti memberikan ruang bagi kader untuk menunjukkan kemampuan masing-masing sekaligus membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam bidang yang mereka tekuni,” ujarnya.
Melalui keikutsertaan tersebut, KMNU Unila berupaya menjadikan Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan, tetapi juga sebagai sumber nilai yang hadir dalam ruang akademik, kreativitas, kompetisi, dan kehidupan mahasiswa. Kalam Ilahi pun menemukan ruangnya di tengah arena kompetisi untuk dipahami, dikembangkan, dan dihidupkan dalam berbagai bentuk kontribusi.
- R
