KMNU-UNILA.Org : Menebar Dakwah Ahlussunnah Waljama'ah Annahdliyah

Berita KMNU

Info NU

Aswaja

Kegiatan Organisasi

Kairo (Kalam Indah Romadhon)

Sabtu, 21 Maret 2026

KURMA (KMNU Unila Ramadhan Penuh Makna) : Meneguhkan Aswaja, Menebar Rahmah di Bulan Penuh Hikmah

 









KMNU Unila menyelenggarakan KURMA Ramadhan Penuh Makna tahun 2026.
Kegiatan mengusung tema Meneguhkan Aswaja, Menebar Rahmah di Bulan Penuh Hikmah.
Panitia memulai kegiatan pada 22 Februari 2026 hingga15 Maret 2026.

Panitia melibatkan kader untuk memperkuat nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Kegiatan juga menyasar masyarakat sekitar kampus secara inklusif.

Selanjutnya, panitia melaksanakan rangkaian kegiatan selama program berlangsung.
Pada 1 Maret 2026, panitia menggelar bakti masjid di Masjid Al-Wasii Universitas Lampung.
Kemudian, pada Sabtu, 14 Maret 2026, panitia membagikan takjil menjelang waktu berbuka.
Selanjutnya, pada Minggu, 15 Maret 2026, panitia mengadakan khataman Al-Qur’an bersama pembina, alumni, dan MPO. Kegiatan tersebut ditutup dengan buka bersama untuk mempererat kebersamaan.

Dalam Hal ini, Panitia memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak strategis seperti KMNU Polinela, dan ITS NU, sera PKPT UIN. Mereka mendorong partisipasi aktif mahasiswa selama Ramadhan.

Ketua panitia menyampaikan komitmen dalam pelaksanaan kegiatan.
Ia berkata, “KURMA bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang pembinaan kader.
Kami merancang kegiatan yang meneguhkan Aswaja dan menghadirkan manfaat nyata.
Kami ingin setiap peserta merasakan makna Ramadhan secara spiritual dan sosial.
Kami juga mengajak seluruh kader menebar rahmah melalui aksi nyata di masyarakat.”

Dengan demikian, KMNU Unila memperkuat peran mahasiswa dalam dakwah.
Kegiatan ini diharapkan membawa keberkahan bagi kampus dan masyarakat luas.

Sebagai penutup, panitia mengajak seluruh pihak mendukung dan menyukseskan kegiatan ini. Semoga KURMA membawa keberkahan dan memperkuat nilai keislaman bersama.


-Resti Pangestu

SELAMAT ATAS TEPILIHNYA KEPENGURUSAN NASIONAL KMNU 2026-2025


1. Muhammad Hafidz Fatturahman (presidium Nasional)
2. Gustira Febri Sazita (Dapartemen Eksternal)
3. Anggun Qoniyatul Amriyah (Departemen Kajian dan Dakwah)
4. Khairun Fatonah (Departemen Hubungan Kemasyarakatan)
5. M.Ikhsan Fathurizal (Departemen kaderisasi)
6. Qithfirul Aziz (Departemen Media)

Muhammad Hafidz Fatturahman menyatakan "KMNU hadir untuk meneguhkan peran mahasiswa NU sebagai sumber daya manusia unggul yang adaptif terhadap perkembangan zaman."

Ia menambahkan "Arah gerak ke depan adalah memperkuat sinergi antara pusat dan daerah, mengarahkan gerak organisasi pada penguatan kapasitas kader di perguruan tinggi, memperluas jejaring nasional, mengembangkan program berbasis rumpun keilmuan, serta meneguhkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Program strategis kami meliputi penguatan jaringan mahasiswa NU di seluruh Indonesia, peningkatan kapasitas kepemimpinan, serta kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan bangsa secara berkelanjutan."

Dengan demikian, KMNU memulai langkah baru menuju organisasi yang lebih solid.
Kepengurusan mengajak seluruh kader aktif mengawal agenda strategis bersama.

Semoga kader-kader terpilih dan kader selanjutnya dapat terus ,melanjutkan berhikmad dan mengabdi bersama dalam wadah yang terus berkembang baik.


-Resti Pangestu

Kamis, 05 Maret 2026

KMNU Unila Goes to Masjid Al-Wasi'i : Kegiatan Berdampak di Bulan Suci Ramadan







Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) mengadakan kegiatan bakti masjid sebagai aksi sosial dari kegiatan berdampak KMNU Universitas Lampung Ramadan Penuh Makna (KURMA) pada Minggu (01/02/2026).

KURMA merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh KMNU Unila pada bulan suci Ramadan. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang berdampak baik dari aspek sosial maupun aspek agama. Untuk kegiatan yang pertama diadakannya kegiatan bakti masjid di Masjid Al-Wasi'i Universitas Lampung.

Ketua Umum KMNU Unila Arjuna Yulizar Mahendra menyampaikan kegiatan bakti masjid ini merupakan kegiatan positif yang berdampak bagi masjid kampus.

"Kami memilih Masjid Al-Wasi'i sebagai tempat kegiatan bakti masjid karena ini sebagai rasa bentuk terimakasih kami kepada Masjid Al-Wasi'i yang telah meminjamkan kami tempat untuk dapat melakukan berbagai kegiatan organisasi," Tuturnya.

Masjid Al-Wasi'i merupakan masjid utama kampus Universitas Lampung. Masjid ini sedang mengalami renovasi, sehingga tempat ibadah yang saat ini digunakan terletak di basement.

Walaupun demikian, Masjid Al-Wasi'i tetap sering digunakan untuk berbagai kegiatan Mahasiswa Unila, termasuk juga KMNU. Letaknya yang strategis membuat Masjid Al-Wasi'i sering dikunjungi dari berbagai elemen, khususnya warga Unila.

Ketua Pelaksana Tendra Anugerah Falsa Jaya menyampaikan ucapan terimakasih kepada pengurus Masjid Al-Wasi'i yang telah menerima KMNU dengan baik untuk melakukan kegiatan ini.

"Kepada Pengurus Masjid Al-Wasi'i Unila, kami dari KMNU mengucapkan banyak-banyak terimakasih telah diberikan izin untuk melakukan kegiatan bakti masjid ini. Yang mana kegiatan ini sangat baik dilakukan, baik dari segi lingkungan dan juga kesehatan," Ujarnya.

Lalu, ada lagi berbagai macam rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan Dari kegiatan KURMA KMNU Unila. Seperti kegiatan berjualan, bagi-bagi takjil, khataman, dan buka bersama.


Arjuna Yulizar Mahendra


Jumat, 27 Februari 2026

LAUNCHING LOGO DAN FILOSOFI KABINET KMNU UNILA 2026 : "JUHDA ARUNIKA"

 

Bandar Lampung, 27 Februari 2026 – Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung (Unila) meluncurkan nama kabinet dan logo baru untuk kepengurusan KMNU Unila tahun 2026 pada agenda Lokakarya Pengurus yang telah dilaksanakan. Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya langkah dan komitmen baru dalam melanjutkan estafet perjuangan organisasi di lingkungan kampus.

Kabinet Juhda Arunika merupakan kabinet Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) tahun 2026. Nama Juhda Arunika terdiri dari kata Juhda yang berasal dari kata Jahada yang berarti “bersungguh-sungguh” atau “berjuang”, serta Arunika dari bahasa Sanskerta yang berarti “matahari terbit”. 

Mengapa kabinet tahun ini mengambil nama Juhda Arunika? 

Juhda yang berasal dari kata Jahada artinya bersungguh-sungguh/berjuang berasal dari QS. Al-Baqarah 154 yang menegaskan bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah tidak boleh dianggap mati, karena mereka sesungguhnya hidup di sisi Allah; QS. Al-Kahfi 75 yang menceritakan dialog Nabi Musa dengan Nabi Khidir. Nabi Khidir menegur Musa karena belum mampu bersabar atas suatu peristiwa yang belum diketahui hikmahnya; QS. Al-A'raf 147 yang menjelaskan bahwa orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan mengabaikan Hari Akhir akan kehilangan pahala amal dan hanya mendapatkan kerugian. Ketiga ayat tersebut dapat disederhakan menjadi perjuangan, sabar, dan kebenaran. Sehingga, jika disatukan maka tetaplah menjadi kata perjuangan. Ketika kita berjuang pastinya kita harus selalu sabar dan apa yang kita perjuangkan harus selalu dilandaskan pada nilai-nilai kebenaran.

Kemudian, untuk nama Arunika itu berasal dari diksi langit yang diberikan oleh Ketua Alumni KMNU Universitas Lampung tahun 2026, yaitu Ustadz Tito Gustowo. Nama ini bukan hanya sekedar nama keinginan pribadi, tetapi berasal dari hasil sowan kepada Abah KH Ahmad Nasoha, beliau menitipkan pesan untuk nama kabinet harus ada perubahan, yaitu lebih modern. Sehingga digabunglah bahasa Arab dan diksi langit yang berasal dari bahasa sansekerta yaitu Juhda Arunika. Secara makna, Juhda Arunika diartikan sebagai semangat berjuang untuk membawa kemajuan dan pencerahan bagi organisasi serta lingkungan sekitarnya.

Sebagaimana kabinet pada umumnya, Kabinet Juhda Arunika memiliki logo sebagai simbol identitas dan arah gerak perjuangan. Setiap elemen dalam logo tersebut mengandung makna filosofis yang merepresentasikan nilai dan visi kabinet. Berikut makna yang terkandung dalam logo tersebut :

  1. Matahari menjadi simbol cahaya ilmu, semangat dakwah, dan energi perubahan Keluarga            Mahasiswa Nahdlatul Ulama.
  2. Dua tangan yang menopang melambangkan khidmat, tanggung jawab, dan kebersamaan dalam menjaga serta mengembangkan organisasi Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama.
  3. Bulan sabit terbalik perlindungan dan penjagaan. KMNU harus menjadi pelindung bagi anggotanya dengan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kepedulian, serta senantiasa menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai dasar dalam setiap langkah perjuangan organisasi.
  4. Motif geometris islami menegaskan bahwa setiap gerak dan kebijakan organisasi tetap berlandaskan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.
  5. Warna jingga melambangkan kehangatan dan semangat kebersamaan. KMNU harus menjadi ruang yang ramah, inklusif, dan penuh kekeluargaan, sehingga setiap anggota merasa diterima, dihargai, serta terdorong untuk saling mendukung dalam proses pengembangan diri dan organisasi.
  6. Warna kuning melambangkan keceriaan dan optimisme. KMNU harus menghadirkan suasana yang positif dan menyenangkan dalam setiap kegiatan, sehingga mampu menumbuhkan semangat, kreativitas, serta energi yang membangun dalam menjalankan peran dan tanggung jawab di lingkungan kampus.
  7. Warna hijau sebagai warna lambang NU yang mengandung makna kesuburan, pertumbuhan, dan kemakmuran. KMNU harus menjadi wadah yang subur bagi perkembangan potensi mahasiswa, serta berkontribusi pada pertumbuhan ilmu pengetahuan dan akhlaqul karimah.

Kabinet Juhda Arunika bukanlah kabinet yang hadir untuk berbeda dari sebelumnya, melainkan sebagai bentuk keberlanjutan perjuangan demi menjadikan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama semakin maju dan progresif di ruang lingkup Universitas Lampung. Dengan diluncurkannya logo ini, diharapkan seluruh pengurus dan anggota dapat bersatu dalam semangat yang sama, bersungguh-sungguh dalam berjuang, serta menghadirkan pencerahan bagi KMNU dan lingkungan kampus.

Resti Pangestu

Kamis, 26 Februari 2026

Pelantikan, Orientasi, dan Lokakarya Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Lampung 2026

Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung (Unila) mengadakan pelantikan, orientasi, dan lokakarya di sekretariat KMNU Unila pada Ahad (22/02/2026).

Ketiga rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan menjadi satu. Ketua Umum KMNU Unila Arjuna Yulizar Mahendra mengatakan "Kegiatan ini dilaksanakan menjadi satu untuk mengefisienkan waktu, dan agar kepengurusan KMNU Unila 2026 bisa langsung bergerak untuk menjalankan organisasi," katanya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Penasehat KMNU Unila (Bapak Hj. Karim), Presidium Nasional (Presnas) KMNU Pusat tahun 2026 (Hafidz Fatur Rahman), Presnas KMNU Pusat 4 periode 2024-2026 (Bambang Heryanto), Ketua Umum KMNU Unila tahun 2025 (Muhammat Son Haji), dan dari Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) 2026, serta alumni-alumni.

Dalam sambutannya Ketua Umum KMNU Unila 2025 menekankan untuk keberlanjutan organisasi. "Setiap kepengurusan yang ada di organisasi pasti datang silih berganti, setiap yang datang harusnya memiliki ide-ide yang lebih cemerlang daripada sebelumnya," ujarnya.

Kemudian, pelantikan dilakukan oleh Presnas KMNU Pusat tahun 2026. Pembacaan Surat Keputusan (SK) dibacakan olehnya. Dalam sambutannya, pentingnya kolaborasi antara KMNU Perguruan Tinggi (PT) dan KMNU Pusat. "Saya harap KMNU Unila dapat berkolaborasi dengan KMNU Pusat untuk membuat KMNU semakin inklusif, maju, dan progresif,". Tuturnya.

Setelah pelantikan dan orientasi, para pengurus KMNU Unila langsung melaksanakan lokakarya. Lokakarya dilaksanakan untuk mengetahui rencana program kerja yang akan dilakukan selama satu tahun kepengurusan. Para alumni dan MPO memberikan saran-saran terkait program kerja agar nanti organisasi bisa berjalan dengan efektif dan efisien.

Arjuna Yulizar Mahendra

tasawuf

Puisi

Humor