KMNU-UNILA.Org : Menebar Dakwah Ahlussunnah Waljama'ah Annahdliyah

Berita KMNU

Info NU

Aswaja

Kegiatan Organisasi

Kairo (Kalam Indah Romadhon)

Minggu, 18 Oktober 2026

Sambut Harlah ke-16, KMNU Unila Gaungkan Khidmah Kemanusiaan Lewat Donor Darah di Kampus Metro


Metro— Menjelang Hari Lahir (Harlah) ke-16, Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung (Unila) menghadirkan aksi kemanusiaan melalui kegiatan donor darah pada Jumat (16/10/2026). Bertempat di Aula Gedung PGSD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lampung, kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menumbuhkan semangat berbagi di kalangan mahasiswa.

Mengusung semangat “Setetes Darah, Sejuta Harapan”, kegiatan donor darah ini mengajak mahasiswa untuk mengambil bagian dalam aksi sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi sesama. Donor darah tidak hanya menjadi bentuk solidaritas, tetapi juga wujud kepedulian terhadap pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Harlah ke-16 KMNU Unila. Momentum hari lahir organisasi tidak hanya dimaknai sebagai perayaan perjalanan dan pertambahan usia, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperluas pengabdian serta menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ketua Umum KMNU Unila, Arjuna Yulizar Mahendra, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah merupakan salah satu cara untuk menerjemahkan nilai kepedulian dan khidmah ke dalam tindakan nyata.

“Bagi kami, menyambut Harlah ke-16 bukan hanya tentang merayakan perjalanan organisasi, tetapi juga tentang bagaimana KMNU Unila bisa terus memberikan manfaat. Melalui donor darah ini, kami ingin mengajak kader dan mahasiswa untuk memahami bahwa kepedulian tidak harus dimulai dari hal besar. Setetes darah yang kita berikan bisa menjadi harapan bagi orang lain yang sedang berjuang untuk sembuh,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan sosial semacam ini dapat terus menumbuhkan kepekaan kader terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, semangat berorganisasi perlu berjalan beriringan dengan kepedulian dan kesediaan untuk terlibat dalam persoalan kemanusiaan.

Melalui kegiatan ini, KMNU Unila berupaya menegaskan bahwa nilai-nilai Nahdlatul Ulama tidak hanya hidup dalam tradisi keagamaan dan kaderisasi, tetapi juga diwujudkan melalui pengabdian sosial. Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dalam setiap langkah kader, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

Menjelang usia ke-16, KMNU Unila berharap semakin mampu menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memperkuat internal organisasi, tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar. Sebab, bertambahnya usia organisasi seharusnya berjalan seiring dengan bertambahnya manfaat yang diberikan kepada sesama.





-R





 

Kamis, 15 Oktober 2026

Bukan Sekadar Ziarah, KMNU Unila Menyusuri Jejak Perjuangan Ulama di Pringsewu

 


Bandar Lampung— Merawat tradisi, mengenang perjuangan, dan meneladani dakwah para ulama menjadi bagian penting dalam perjalanan kader Nahdlatul Ulama. Semangat tersebut diwujudkan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung (Unila) melalui kegiatan Ziarah Bulanan KMNU Unila yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Kegiatan ini diikuti oleh kader KMNU Unila sebagai ruang untuk memperkuat spiritualitas sekaligus mengenal lebih dekat jejak para ulama yang telah berkontribusi dalam kehidupan keagamaan masyarakat. Ziarah tidak hanya dimaknai sebagai kunjungan ke makam, tetapi juga sebagai momentum untuk mendoakan para pendahulu dan mengambil pelajaran dari perjuangan mereka dalam merawat agama serta membimbing umat.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan KMNU Unila mengunjungi tiga lokasi, yakni Makam Habib Yahya Assegaf, Makam K.H. Gholib, dan Makam K.H. Abdullah Sayuti. Ketiga lokasi tersebut menjadi tujuan ziarah untuk mendoakan para tokoh yang telah mendahului sekaligus menumbuhkan kesadaran kader akan pentingnya menghargai perjuangan ulama.

Bagi kader Nahdlatul Ulama, tradisi ziarah memiliki makna lebih dari sekadar perjalanan spiritual. Ziarah menjadi pengingat bahwa dakwah dan pengabdian generasi hari ini tidak terlepas dari perjuangan panjang para ulama terdahulu. Nilai ketulusan, keistiqamahan, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi pelajaran yang relevan bagi mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai kader sekaligus generasi penerus perjuangan Nahdlatul Ulama.

Ketua Umum KMNU Unila, Arjuna Yulizar Mahendra, menyampaikan bahwa kegiatan ziarah bulanan menjadi salah satu upaya untuk menjaga tradisi keagamaan sekaligus memperkuat karakter kader melalui keteladanan para ulama.

“Ziarah ini bukan sekadar perjalanan mengunjungi makam, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita untuk mengenang perjuangan para ulama dan meneladani nilai-nilai yang mereka ajarkan. Sebagai kader KMNU, kita perlu menjaga tradisi ini agar tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga menjadi sarana memperkuat spiritualitas, keilmuan, dan semangat khidmah kepada masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ziarah bulanan ini, KMNU Unila berupaya menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah yang telah mengakar di lingkungan Nahdlatul Ulama. Tradisi tersebut tidak hanya diwariskan melalui pengetahuan, tetapi juga melalui praktik yang menghubungkan kader dengan sejarah, keteladanan, dan nilai-nilai perjuangan para ulama.

Ziarah ke Pringsewu menjadi kesempatan bagi kader untuk sejenak mengambil jarak dari rutinitas akademik dan organisasi, sekaligus merefleksikan kembali arah pengabdian mereka. Di tengah dinamika kehidupan mahasiswa, mengenal jejak ulama menjadi salah satu cara untuk meneguhkan identitas, memperkuat spiritualitas, dan menumbuhkan kesadaran bahwa ilmu perlu berjalan beriringan dengan akhlak serta pengabdian.

Melalui kegiatan ini, KMNU Unila berharap tradisi ziarah dapat terus menjadi bagian dari proses kaderisasi yang tidak hanya memperkuat hubungan spiritual, tetapi juga menanamkan penghormatan terhadap ulama dan sejarah perjuangan Islam. Merawat jejak para ulama bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan mengambil nilai perjuangan mereka untuk meneruskan khidmah pada masa kini dan masa mendatang.





-R






Sabtu, 26 September 2026

Lagi dan Lagi! Kader KMNU Unila Borong Juara di MTQ Universitas Lampung 2026

 


Bandar Lampung, 26 Oktober 2026— Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung (Unila) kembali menorehkan prestasi dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Universitas Lampung Tahun 2026. Sejumlah kader KMNU Unila berhasil meraih juara pada berbagai cabang perlombaan, menunjukkan bahwa semangat Qur’ani dapat berjalan beriringan dengan pengembangan potensi dan prestasi mahasiswa.

Dalam ajang tersebut, kader KMNU Unila berhasil membawa pulang enam prestasi dari lima kategori perlombaan, yakni Juara 1 dan Juara 2 Musabaqah Pembacaan Kitab Maulid Nabi Muhammad SAW (MMN), Juara 3 Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al-Qur’an (KTIQ), Juara 1 Musabaqah Fahmil Qur’an (FQ), Juara 2 Musabaqah Desain Aplikasi Komputer Al-Qur’an (DAQ), serta Juara 1 Qiroah Sab’ah.

Adapun kader KMNU Unila yang berhasil meraih prestasi dalam MTQ Universitas Lampung 2026 adalah sebagai berikut:

1. Musabaqah Pembacaan Kitab Maulid Nabi Muhammad SAW (MMN) — Juara 1

  • Aji Abror Pangestu — Pendidikan Fisika 2025
  • Abi Zainul Haq — Teknik Pertanian 2023
  • Husni Afrizal — Pendidikan Sejarah 2024
  • M. Fajar Pratama — Proteksi Tanaman 2025

2. Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al-Qur’an (KTIQ) — Juara 3

  • Arjuna Yulizar Mahendra — Pendidikan Sejarah 2023
  • Basit Diwa Fakara — Akuntansi 2025

3. Musabaqah Fahmil Qur’an (FQ) — Juara 1

  • Azizah Olivia — Pendidikan Kimia 2025
  • Natasya Sabella Pratiwi — Pendidikan Fisika 2024
  • Nur Halimah — Pendidikan Fisika 2024

4. Musabaqah Desain Aplikasi Komputer Al-Qur’an (DAQ) — Juara 2

  • Imam Rifai — Ilmu Komputer 2023
  • Makhasin Muhammad — Teknik Informatika 2023

5. Qiroah Sab’ah — Juara 1

  • Hasbi Murni — Teknik Kimia 2022

6. Musabaqah Pembacaan Kitab Maulid Nabi Muhammad SAW (MMN) — Juara 2

  • Novi Widya Putri — Fisika 2024
  • Anisa Asahra — Fisika 2024
  • Nanda Alita — Fisika 2024
  • Nur Intan Zahara — Fisika 2024

Deretan capaian tersebut tidak hanya menjadi catatan prestasi bagi KMNU Unila, tetapi juga menunjukkan keberagaman potensi kader dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Al-Qur’an. Mulai dari pemahaman kandungan Al-Qur’an, kemampuan menyampaikan pesan keislaman, karya ilmiah, teknologi, hingga tradisi pembacaan Maulid Nabi, seluruhnya menjadi ruang bagi kader untuk terus belajar dan berproses.

Ketua Umum KMNU Unila, Arjuna Yulizar Mahendra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader yang telah mengikuti proses dan membawa nama KMNU Unila dalam MTQ Universitas Lampung 2026.

“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi KMNU Unila, tetapi yang tidak kalah penting adalah proses yang dilalui para kader. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus belajar, berproses, dan menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan mahasiswa,” ujarnya.

Capaian tersebut sekaligus menjadi pijakan bagi kader KMNU Unila untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Setelah MTQ Universitas Lampung 2026, semangat berproses tidak berhenti di sini. Kader KMNU Unila akan terus mempersiapkan diri menuju Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) yang akan diselenggarakan di Jambi pada 2027.

Dengan pengalaman dan capaian yang diperoleh dalam MTQ Universitas Lampung 2026, proses pembinaan diharapkan dapat terus berlanjut agar kader semakin siap menghadapi tantangan kompetisi berikutnya. Lagi, lagi, dan lagi—prestasi boleh menjadi capaian, tetapi proses untuk terus belajar dan menghidupkan nilai-nilai Qur’ani menjadi perjalanan yang tidak berhenti.




-R


Jumat, 25 September 2026

Kalam Ilahi di Tengah Kompetisi, KMNU Unila Teguhkan Semangat Qur’ani

 




Bandar Lampung, 25 September 2026 — Semangat mencintai Al-Qur’an tidak hanya diwujudkan melalui pembelajaran, tetapi juga melalui ruang kompetisi yang mempertemukan kemampuan, kreativitas, dan pemahaman mahasiswa. Semangat tersebut turut dibawa Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung (Unila) dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Universitas Lampung Tahun 2026.

Sebanyak 15 kader KMNU Unila ambil bagian dalam MTQ Universitas Lampung 2026 melalui enam cabang perlombaan, yakni Musabaqah Tartil Qur’an (TL), Musabaqah Fahmil Qur’an (FQ), Musabaqah Syarhil Qur’an (SQ), Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al-Qur’an (KTIQ), Musabaqah Desain Aplikasi Komputer Al-Qur’an (DAQ), serta Musabaqah Pembacaan Kitab Maulid Nabi Muhammad SAW (MMN).

Keberagaman cabang tersebut menunjukkan bahwa semangat Qur’ani dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk. Tidak hanya melalui kemampuan membaca Al-Qur’an, kader juga mengembangkan pemahaman, kemampuan menyampaikan pesan, tradisi keilmuan, kreativitas teknologi, hingga kecintaan terhadap khazanah keislaman.

Bagi KMNU Unila, keikutsertaan dalam MTQ tidak sekadar menjadi ajang untuk berkompetisi dan meraih prestasi. Kegiatan ini menjadi ruang bagi kader untuk mengembangkan potensi, melatih keberanian, membangun pengalaman, serta menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan akademik dan organisasi.

Ketua Umum KMNU Unila, Arjuna Yulizar Mahendra, menyampaikan bahwa keikutsertaan kader dalam MTQ menjadi bagian dari upaya mendorong mahasiswa untuk terus berkembang sekaligus memperkuat kedekatan dengan Al-Qur’an.

“Kami melihat MTQ bukan hanya sebagai ruang untuk berkompetisi, tetapi juga sebagai ruang bagi kader untuk belajar dan mengembangkan potensi. Keenam cabang yang diikuti memberikan ruang bagi kader untuk menunjukkan kemampuan masing-masing sekaligus membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam bidang yang mereka tekuni,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan tersebut, KMNU Unila berupaya menjadikan Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan, tetapi juga sebagai sumber nilai yang hadir dalam ruang akademik, kreativitas, kompetisi, dan kehidupan mahasiswa. Kalam Ilahi pun menemukan ruangnya di tengah arena kompetisi untuk dipahami, dikembangkan, dan dihidupkan dalam berbagai bentuk kontribusi.




- R

Semarak Harlah ke-16, KMNU Unila Sowan dan Perkuat Sinergi Bersama Pimpinan Universitas Lampung

 



Bandar Lampung — Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung (Unila) melakukan silaturahmi dan sowan kepada Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM, ASEAN Eng. dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sunyono, M.Si., Jumat (25/9/2026). Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Harlah ke-16 KMNU Unila sekaligus menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun sinergi dengan pimpinan Universitas Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, KMNU Unila menyampaikan sejumlah agenda yang berkaitan dengan rangkaian Harlah ke-16. Pembahasan mencakup rencana kegiatan sosial di panti asuhan serta pelaksanaan tabligh sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-16 KMNU Unila. Selain itu, KMNU Unila juga menyampaikan agenda rutin organisasi berupa Kamis Manis yang dilaksanakan secara berkala.

Terkait pelaksanaan Kamis Manis, Rektor Universitas Lampung dan Wakil Rektor III menyampaikan kesediaannya untuk hadir apabila kegiatan tersebut dilaksanakan. Kesediaan tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus memperkuat komunikasi dan silaturahmi antara KMNU Unila dengan pimpinan Universitas Lampung.

Sementara itu, dalam pembahasan kegiatan sosial, Rektor Universitas Lampung menyampaikan kesediaannya untuk turut mendukung kegiatan KMNU Unila di panti asuhan. Hal tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan melalui sekretaris Rektor untuk membahas lebih lanjut terkait bentuk dukungan dan keterlibatan dalam kegiatan tersebut.

KMNU Unila juga menyampaikan rencana pelaksanaan tabligh di Masjid Al-Wasi’i Universitas Lampung sebagai salah satu rangkaian Harlah ke-16. Dalam pembahasan tersebut, pihak universitas meminta KMNU Unila untuk memastikan jumlah peserta yang akan mengikuti kegiatan serta menyesuaikannya dengan kondisi Masjid Al-Wasi’i yang masih dalam proses pembangunan. Hal tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan kapasitas dan teknis pelaksanaan kegiatan.

Ketua Umum KMNU Unila, Arjuna Yulizar Mahendra, menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian Harlah ke-16 KMNU Unila, sekaligus menjadi ruang untuk membangun komunikasi dengan pimpinan Universitas Lampung.

“Silaturahmi ini menjadi ruang bagi kami untuk menyampaikan rangkaian kegiatan Harlah ke-16 sekaligus meminta arahan dari pimpinan universitas. Kami berharap sinergi yang terbangun dapat terus berjalan, baik dalam rangkaian Harlah maupun kegiatan KMNU Unila ke depannya,” ujarnya.

Melalui silaturahmi tersebut, KMNU Unila berharap rangkaian Harlah ke-16 KMNU Unila dapat terlaksana dengan baik serta menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, sinergi, dan kontribusi KMNU Unila di lingkungan Universitas Lampung dan masyarakat.



-R

tasawuf

Puisi

Humor