KMNU-UNILA.Org : Menebar Dakwah Ahlussunnah Waljama'ah Annahdliyah

Berita KMNU

Info NU

Aswaja

Kegiatan Organisasi

Kairo (Kalam Indah Romadhon)

Sunday, September 25, 2022

Meningkatkan Rasa Cinta Al-Qur'an dan Intelektualitas Kader, BSO Metro KMNU UNILA Gelar Khataman Al-Qur'an dan Diskusi Ke-NU an

BSO (Badan Semi Otonom) Metro Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung (Unila) menggelar acara Khataman Al-Quran dan Diskusi Ke-NU  an dengan Tema "Perbaiki Jiwa ,Tingkatkan Taqwa bersama Al-Quran Penuh Pahala". 

Acara ini dilaksanakan pada  Sabtu, 24 September 2022 di TPQ Nur Hidayah, Margorejo , Metro Selatan dan diikuti oleh seluruh Kader  KMNU Unila, mulai dari Anggota, Pengurus, MPO, Alumni, dan Pembina dari pukul 10.00 hingga pukul 15.30 WIB. 

Ketua Pelaksana sekaligus Kadep (Kepala Departemen) BSO Metro, Rani Khoerul Hidayah mengapresiasi semangat pengurus dan anggota BSO Metro dalam menggelar acara khataman perdana di Metro ini.  

"Saya mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada seluruh kader KMNU Unila baik anggota dari Bandar Lampung maupun BSO Metro yang telah membantu mensukseskan kegiatan ini, semoga khataman  Al-Qur'an ini dapat menjadi lantaran terkabulnya hajat (keinginan) dari kita semua," Ungkapnya. 

Ketua umum KMNU Unila, Agus Nurwahid berpesan agar BSO Metro dapat menjalin koordinasi dengan lembaga-lembaga ke-NU an yang ada di Metro untuk dapat berkegiatan bersama. Beliau berharap  kegiatan ini dapat menjadi kegiatan yang berkelanjutan. 

Khataman ini dibuka dengan lantunan shalawat yang dibawakan oleh Group hadroh Arju Syafa'ah KMNU Unila. Dilanjutkan dengan pembacaan Khotmil Qur'an dan diskusi ke-NU an yang di pandu oleh alumni KMNU Unila, Tito Gustowo. Diskusi tersebut membahas sejarah dan nilai-nilai ke-NU an yang dikaitkan dengan kondisi lingkungan masyarakat saat ini. Harapannya diskusi ini dapat menambah wawasan dan menciptakan kader yang kritis dan moderat.


(Lisna Agusta PGSD 2019)

Monday, September 19, 2022

Usaha Takkan Menghianati Hasil, Alumni KMNU Unila Raih Predikat Pujian pada Wisuda Periode I Tahun 2022 Universitas Lampung

Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung (Unila) telah mengantarkan 6 (enam) alumni pada wisuda periode I di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung (Unila) pada Sabtu (17/9/2022).

Pada wisuda periode I ini, alumni KMNU yang diwisuda didominasi oleh demisioner pengurus KMNU Unila tahun 2021 (Kabinet Mabadi' Khoirul Ummah) dan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), di antaranya dari Pendidikan Ekonomi 2018 yaitu Andi Adam Rahmanto, Fredi Irawan, Miftah Sofyah Novianti, dan Rosa Febri Nur Rusman. Dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) 2018 Abdul Rozak. Ke-lima alumni KMNU Unila itu, sukses mendapat gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) dengan predikat pujian/cumlaude.  

Sementara itu, Devina Aprilia alumni KMNU Unila 2017 juga sukses menyelesaikan studi di Jurusan Ilmu Pemerintahan (Ilpem) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan layak mendapat gelar akademik sarjana Ilmu Pemerintahan (S.IP). 

Ketua Umum KMNU Unila, Agus Nurwahid mengatakan,  para alumni tidak hanya all out dalam kuliah tapi juga dalam organisasi. 

"Pencapaian alumni ini semoga menjadi motivasi untuk kita semua. Beliau-beliau all out dalam akademik tetapi juga bisa profesional dan memberikan dedikasi yang luar biasa untuk KMNU saat berkhidmat " ujarnya. 

Sementara itu salah satu alumni KMNU Unila yang diwisuda pada (17/9/2022) yang sekaligus demisioner Ketua Umum KMNU Unila tahun 2021, Andi Adam Rahmanto menjelaskan bahwa organisasi bukan penghalang untuk kita bisa lulus tepat waktu. 

"Semangat terus untuk yang saat ini sedang menjabat di KMNU. Organisasi bukan penghalang untuk kita dapat lulus tepat waktu. Akan tetapi, organisasi justru membentuk kita jauh lebih baik," ungkapnya.

Pembina KMNU Unila, Imam Mahmud memberikan apresiasi dan harapan kepada para alumni yang telah diwisuda. 

"Selamat wisuda kader KMNU semoga ke depannya banyak doa, usaha, ikhtiar, dan tawakal (DUIT), kalian telah membuktikan bahwa organisasi bukan menjadi perantara lulus lama, tetapi dengan berorganisasi maka akan lebih banyak relasi di berbagai aspek, baik akademik maupun non  akademik. Semoga bisa memotivasi kader-kader KMNU lainnya, selamat dan semangat, serta ilmunya berkah dunia akhirat," ungkapnya.

KMNU Unila telah banyak mengantarkan alumni yang punya kualitas dan kapabilitas dalam berbagai disiplin ilmu di perkuliahan. Rekam jejak para alumni patut dijadikan teladan bagi kader-kader yang masih berkhidmat di KMNU agar profesional dalam berbagai aspek, baik akademik maupun non akademik. Selaras dengan salah satu bait mars KMNU yaitu "Berkhidmat untuk Umat, Mengabdi pada Negeri, Memimpin peradaban Bangsa"

 

Erna Wahyu Septianna (KMNU Unila 2020)

Saturday, September 10, 2022

Kajian Kritik Sastra, Pendekatan Pragmatik Menggunakan Teori Responsi Pembaca pada Cerpen “Gus Jakfar” Karya K.H. Musthofa Bisri


Kritik sastra sangat berkaitan dengan esai karena kritik merupakan bagian dari jenis esai (Jassin, 1991:95). Adapun esai merupakan karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya dan kritk sastra merupakan pertimbangan baik buruk terhadap karya sastra pada KBBI Daring ditinjau dari linguistik. Pertimbangan baik buruk tersebut merupakan bagian dari bentuk apresiasi sastra selain dari pada penghargaan terhadap karya sastra juga penilaian sebagai evaluasi dari karya sastra tersebut yang tak luput dari para penikmat sastra sebagai pendekatan pragmatik pada teori respon pembaca.

Salah satu karya sastra bentuk cerpen berjudul “Gus Jakfar” karya  K.H. Musthofa Bisri yang akrab dipanggil Gus Mus. Gus Mus merupakan pengasuh pesantren Raudhotut Tholibin yang dikenal sebagai penyair, pelukis, cerpenis, dan kolumnis.  Karyanya yang  berjudul “Gus Jakfar”  menarik perhatian kalangan santri sarungan sebagai peran utama dari teori respon pembaca menggunakan pendekatan pragmatik yang mengutamakan eksperesi pembaca. Cerpen tersebut dapat menarik perhatian para santri  karena tak dapat dipungkiri bahwa cerpen berjudul “Gus Jakfar” bergenre religi yang relevan dengan santrj yang berisi tentang perjalanan spiritual seorang anak kiai yang bermimpi diperintahakn ayahnya untuk menemui seorang kiai bernama Tawakal. Pada akhirnya, ia tak dapat mengalahkan egonya yang menuntun ia mencari kiai Tawakal hingga benar bersua. Hal yang tak disangka saat berjumpa ialah terdapat tulisan “Ahli Neraka” dengan jelas dan gamblang di dahi Kiai Tawakal dan Gus Jakfar  oleh Kiai Tawakal  mengunjungi warung remang-remang di malam hari padahal beliau adalah seorang kiai yang alim. Sungguh dialuar prediksi Gus Jakfar yang berniat untuk menimba ilmu dari Kiai Tawakal.

Setelah menyelesaikan perjalanan yang di luar nalar tersebut, Kiai Tawakal mengatakan bahwa  kau tidak perlu mencemaskan saya hanya karena kau melihat tanda "Ahli Neraka" di kening saya. Kau pun tidak perlu bersusah-payah mencari bukti yang menunjukkan bahwa aku memang pantas masuk neraka. Karena, pertama, apa yang kau lihat belum tentu merupakan hasil dari pandangan kalbumu yang bening. Kedua, kau kan tahu, sebagaimana neraka dan sorga, aku adalah milik Allah. Maka terserah kehendak-Nya, apakah Ia memasukkan diriku ke sorga atau neraka. Untuk memasukkan hamba-Nya ke sorga atau neraka, sebenarnyalah Ia tidak memerlukan alasan. Sebagai kiai, apakah kau berani menjamin amalmu pasti mengantarkanmu ke sorga kelak? Atau kau berani mengatakan bahwa orang-orang di warung yang tadi kau pandang sebelah mata itu pasti masuk neraka? Kita berbuat baik karena kita ingin dipandang baik oleh-Nya, kita ingin berdekat-dekat dengan-Nya, tapi kita tidak berhak menuntut balasan kebaikan kita. Mengapa? Karena kebaikan kita pun berasal dari-Nya. Bukankah begitu?'. Gus Jakfar hanya bisa menunduk.

Sementara Kiai Tawakkal terus berbicara sambil menepuk-nepuk punggung Gus Jakfar, “Kau harus lebih berhati-hati bila mendapat cobaan Allah berupa anugerah. Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan. Seperti mereka yang di warung tadi; kebanyakan mereka orang susah. Orang susah sulit kau bayangkan bersikap takabbur; ujub, atau sikap-sikap lain yang cenderung membesarkan diri sendiri. Berbeda dengan mereka yang mempunyai kemampuan dan kelebihan: godaan untuk takabbur dan sebagainya itu datang setiap saat. Apalagi bila kemampuan dan kelebihan itu diakui oleh banyak pihak.” Begitulah ilmu yang disampaikan oelh Kiai Tawakal kepada Gus Jakfar.

    Ekspresi pembaca merupakan unsur penting pada teori respo pembaca menggunakan pendekatan pragmatik. Adapun beberapa bukti ekspresi pembaca pada cerpen tersebut yang ditayangkan di kanal You Tube sebagai berikut.

@solikhanarof . 2 tahun lalu

Kebenaran  yang selalu ingin kita sampaikan, kebenaran yang ingin kita inginkan agar orang lain mengetahuinya belum tentu itu kebenaran yang hakiki. Mungkin itu hanyalah kebenaran dari hati kita yang kotor. Ampunilah kami Ya Allah...

@AgusendySiswanto . 4 tahun yang lalu

Mbah Gus Mus, apa yang panjenengan tulis dalam cerpen panjenengan, tentang orang-orang yang suka mengkafir-kafirkan sesama, sekarang benar-benar ada di sekitar kita.

@NurUdin . 1 tahun yang lalu

Pesan yang tersirat adalah kita tidak boleh bangga tlh melakukan kebaikan sebaliknya kt tdk boleh memandang remeh org yg kelihatannya all berbuat dosa..sebab hanya Allah-lah sejatinya yg tahu dan pemberi Rahmat terhadap hambanya...

Tak hanya latar belakang pembaca tapi juga pesan moral sangat diutamakan dalam pendekatan pragmatik. Adapun pesan moral yang dapat dijadikan teladan dari cerpen berjudul “Gus Jakfar” karya K.H. Musthofa Bisri sebagai evaluasi dari kritik sastra adalah tidak menyombongkan diri ketika diberi anugerah berupa kelebihan, tidak mudah berprasangka buruk terhadap orang lain yang secara kasat mata berperilaku rendah, dan hendaklah ikhlas ketika beramal atau beribadah kepada Allah dengan maksud tidak.tendensius terhadap imbalan materi duniawi, surga, atau takut neraka.


Nahdliyya Izzatul (Pendidikan & Sastra Indonesia 2020)

Tuesday, August 16, 2022

Tabuh Menggapai Berkah, Arju Syafa’ah KMNU Unila Sukses Sambut Kehadiran Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A Pada Peresmian Lampung Nahdiyin Center


Arju syafaah yang merupakan grub hadroh dan sholawat  di bawah binaan  Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung (Unila) sukses menjadi pengisi acara peresmian gedung Lampung Nahdiyin Center Lampung (LNC) yang dibuka langsung oleh Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A didampingi ketua Pembina sekaligus inisiator pendirian gedung LNC, Prof. Dr. Karomani, M.Si  di  Rajabasa Raya, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Provinsi  Lampung, pada Senin 15/08/2022.

Personil hadroh Arju Syafa’ah yang berasal dari berbagai jurusan dan angkatan kuliah di Unila dengan kompak mengiri sholawat untuk menyambut kehadiran Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A dan seluruh tamu Undangan pada acara peresmian gedung tersebut.

Wakil Ketua Umum KMNU Unila, Octa Ridho Pangestu menyampaikan bahwa kesempatan ini merupakan suatu kehormatan untuk grup hadroh Arju Syafa’ah dimana kami dipercayai untuk menyambut Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A,  Kiai Ishomudin, Haji Karim, dan tamu undangan dari kalangan akademisi unila, PCNU Kota Bandar Lampung, pengurus Majlis Wakil Cabang se-kota Bandar Lampung , dan nahdiyin yang turut hadir dalam acara peresmian gedung LNC tersebut.

“Kami sangat senang dengan kesempatan yang telah diberikan panitia untuk ikut menyambut langsung Kiai Said dan juga seluruh tamu undangan di acara tersebut”, ungkap mahasiswa Fakultas Hukum Unila itu.

Lebih lanjut Kepala Badan Semi Otonom  (BSO) Seni Islam KMNU Unila, Fazri Husnul Hidayat  menambahkan, bahwa Arju Syafaah adalah grub hadroh yang rutin melaksanakan majlis sholawat di beringin Unila.

Kami harap dari acara peresmian ini bisa sedikit mengenalkan Arju Syafa’ah, karena kami juga rutin mengadakan majlis sholawat yang akrab di kenal dengan kegiatan Kamis Manis di Beringin Unila, dan rutinan ini kami peruntukan untuk umum”, tambahnya.

Arju syafaah dalam perjalanan dakwahnya telah mengisi berbagai acara yang diadakan oleh tokoh-tokoh NU di kota Bandar lampung seperti walimatul ursy, walimatul khitan maupun dalam kegiatan pembukan acara kampus. Selain itu Arju syafa’ah tercatat menorehkan prestasi pada kegiatan perlombaan hadroh di kalangan mahasiswa maupun umum, mengikuti majlis sholawat di beberapa daerah dan mulai melebarkan sayap ke seni akustik dengan nama Arjukustik.


Agus Nurwahid (PTK 2019) 

Monday, August 15, 2022

Hadirkan Mustasyar PBNU, Gedung Lampung Nahdiyin Center di Resmikan


Bandar Lampung (15/08/2022) - Gedung Lampung Nahdiyin Center (LNC) merupakan gedung yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Rajabasa, Kota Bandar Lampung telah resmi digunakan. Gedung berlantai tiga itu diresmikan oleh Mustasyar PBNU, KH.Said Aqil Siradj tepatnya pada senin, 15 Agustus 2022.

Rangkaian acara peresmian berjalan sesuai rencana, dan di hadirkan oleh para tamu undangan mulai dari Bupati hingga Mahasiswa, Sambutan di lakukan oleh Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Karomani, M.Si., Yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina Lampung Nahdiyin Center, dalam sambutannya beliau mengungkapkan rasa syukur serta terimakasih kepada para tamu undangan karena telah menyempatkan waktunya untuk hadir dalam peresmian gedung yang sudah di rencanakan sejak 2 tahun lalu dan akan di resmikan beberapa saat lagi.

"Ucapan terimakasih kepada pihak yang terlibat pada perwujudan pembangunan gedung ini yang tidak lain merupakan hasil dari kerja keras para SDM yang berkontribusi penuh dan para instansi lain yang mendukung" ujarnya.

Selain itu beliau juga mengungkapkan bahwasanya gedung LNC ini dapat di jadikan pusat kegiatan NU.

"Jadi kita bergerak di bidang itu, termasuk membumikan paham Aswaja An-Nahdliyah. Jadi ini untuk pusat aktivitas kita untuk mensupport PWNU, PCNU. Kita bekerja sama untuk bersinergi" jelasnya. 

Pada peresmian LNC ini juga menghadirkan KH. Said Aqil Siradj, dalam sambutannya beliau menyampaikan rasa bangga dan bersyukur atas telah dibangunnya LNC. Ia berharap gedung dapat digunakan untuk memperkuat budaya, peradaban, ilmu pengetahuan dan pembinaan akhlak mulia pada nahdiyin. 

"Yang saya harapkan itu NU sibuknya mengurus ekonomi, kesehatan, kebersihan, pendidikan. dan juga mewujudkan 2 amanah dari Allah yaitu:
1. Amanah ilahiyah, sanawiyah, muqoddastah
2. Amanah insaniyah, ardiyah, waqi'iyah
dan di harapkan dapat mewujudkan mutamaddin, yaitu membangun peradaban masyarakat", Jelasnya.

Rangkaian peresmian gedung LNC ini di akhiri dengan pemotongan pita oleh KH. Said Aqil Siradj dan Prof. Dr. Karomani M.Si.



Lutfiah Yuniar (Biologi Terapan 2020)

tasawuf

Puisi

Humor