Kartini Zaman Ini - KMNU-UNILA.Org : Menebar Dakwah Ahlussunnah Annahdliyah

Friday, April 21, 2017

Kartini Zaman Ini



Dulu, sewaktu saya masih kecil, setiap tanggal 21 April ada ceremony tentang R.A Kartini, seorang wanita pejuang pendidikan, seorang pembaharu wanita di zamannya
Teringat bagaimana para teman saya yang wanita, yang saat itu juga masih SD, berhias dengan pakaian adat, moment itu lebih terekam saat saya melihat foto-foto mereka. Meski dalam beberapa periode kemarin sempat agak hilang, namun saat ini ada beberapa sekolah juga mengadakan perayaan serupa, hingga saya jadi terkenang di masa kanak-kanak, saat melihat anak-anak berdandan ala R.A Kartini

Ceremony semacam itu bagus, tapi ada satu hal yang selalu kita terlepas setiap merayakan sesuatu, yaitu spirit dan ruh dari peringatan itu sendiri. Selama ini kita terjebak hanya dalam mencontoh gambarnya saja, dan lupa mencontoh semangat nya.
Spirit R.A Kartini adalah Kepedulian terhadap Pendidikan, khususnya bagi wanita. Yang mana dengan Pendidikan akan membuka cakrawala berpikir, hingga berdampak kepada pola pikir yang bisa jadi sampai kepada gaya hidup seseorang

Dan, perlu kita ketahui bahwa sebenarnya ada banyak Kartini-Kartini yang berjiwa seperti R.A Kartini, cuma masalah nya mereka tidak berdandan ala R.A Kartini, mereka tidak tampil di panggung, mereka tidak bergaya dan berfoto. Justru jika dilihat wajah mereka kusut karena debu, hitam karena panas, pakaian mereka ala kadarnya, kulit mereka tidak halus karena tidak kenal perawatan, kulit mereka malah kasar karena telah bekerja keras, keriput karena usia dan tubuh mereka lemah karena lama berjuang

Mereka adalah para Ibu yang berjuang mati-matian mencari rejeki yang halal demi dapat menyekolahkan anak-anak mereka, pendidikan mereka mungkin rendah tapi cita-cita mereka tinggi, penampilan mereka mungkin tidak menarik tapi hati mereka suci, sosok mereka biasa tapi jiwa mereka mulia. Mereka lah Pahlawan-pahlawan wanita di zaman ini, mereka lah sebenarnya yang mampu menjiwai semangat R.A Kartini

Sungguh, ada rasa malu yang terbesit dihati kami jika melihat perjuangan mereka, sering kali kita ini ingin cepat berhasil namun dengan perjuangan yang kecil, ingin cepat menikmati usaha, dengan waktu, tenaga dan biaya yang sesingkat-singkatnya
Sedang mereka, sama sekali tidak memikirkan hasil, tidak ada keinginan menikmati nya untuk diri mereka sendiri, cukup melihat anak-anak nya berhasil, sudah membuat mereka bahagia. (ARH)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda