MERAJUT JUBAH DUSTA - KMNU-UNILA.Org : Menebar Dakwah Ahlussunnah Annahdliyah

Wednesday, May 10, 2017

MERAJUT JUBAH DUSTA


Oleh: Adam Rouf Hidayat

"Kau senantiasa ingin mengganti dan merubah segala sesuatu sesuai dengan apa yang kamu kehendaki. Kau telah memposisikan diri menjadi Tuhan kedua...."
(Al-Fathurrabbany Wal Faidhurrahmany, karya Syekh Abdul Qadir Al Jailani)

Nikmatnya makanan itu terletak pada kualitas bahan makanannya, bukan pada kualitas piringnya. Keberkahan itu datang karena keimanan dan ketakwaan warga Negara, bukan dari bentuk negaranya.

Segala permasalahan di dramatisir untuk kemudian dianggap sebagai akibat karena memakai hukum buatan manusia. Kesulitan hidup dijadikan pencitraan bahwa itulah akibatnya jika tidak mengikuti hukum Tuhan. Sehingga kemudian digembar-gemborkan perlunya mendirikan negara Islam. Anehnya itu ditempuh dengan cara yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Pemaksaan kehendak, fitnah,  intimidasi, teror, bahkan pembantaian. Inilah yang dilakukan oleh ISIS.

ISIS menebar tuduhan-tuduhan fitnah demi mendapat legalitas sebelum melancarkan aksi-aksi brutalnya.

USA, Arab Saudi, Inggris, adalah beberapa negara yang berada di balik layar ISIS dalam melakukan aksi-aksinya. Ya benar, mereka merampok wilayah negara dengan dalih mendirikan khilafah. Tapi kenapa yang dirampok adalah wilayah negara muslim, kenapa bukan negara China, Rusia, atau Korut misalnya, yang jelas komunis? Bukankah mereka benci hukum buatan manusia?

Suriah dulu negeri yang damai. Banyak ulama salaf yang hebat lahir. Tapi sejak ISIS muncul dan berkembang di sana, pemerintahan Bashar Assad seolah iblis yang harus dilibas. Propaganda ISIS berhasil mengelabuhi dunia bahwa pemerintah Suriah telah menindas rakyatnya. Suriah terjun bebas menuju kehancuran. Siapa yang diuntungkan? Umat Islamkah?

Khilafah sudah selesai saat Turki Ustmani digulingkan pada tahun 1924. Jadi yang mereka tegakan itu bukan lagi Khilafah model Rosulullah atau para sahabat atau para tabi’in. Tapi Khilafah ala kepentingan mereka sendiri, bukan kepentingan umat. Mereka merajut jubah dusta atas nama khilafah. Benar, Jubah Dusta..!

Mari kita berdo’a supaya bangsa Indonesia diberikan kekuatan keimanan dan kejernihan akal budi, sehingga terwujud baldatun toyyibatun wa rabbun ghofur.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda