Peringati Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW, KMNU Unila Hadirkan Kajian Fiqih Wanita - KMNU-UNILA.Org : Menebar Dakwah Ahlussunnah Annahdliyah

Monday, April 9, 2018

Peringati Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW, KMNU Unila Hadirkan Kajian Fiqih Wanita




Peringati Isro’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Lampung (KMNU Unila) menggelar kajian fiqih wanita di Masjid Al-Wasi’i, Universitas Lampung, Minggu (9/4).

Acara yang mengusung tema “Setetes hikmah perjalanan agung baginda Rosulullah SAW” ini mengundang mahasiswa KMNU Polinela, KMNU Itera, Permata sholawat Uinril, LDF Unila, serta mahasiswa Unila. Rizal Khairuldin (Teknik Mesin’16) selaku ketua pelaksan menjelaskan bahwa dalam perjalanan Nabi Muhammad, salah salah satunya yaitu mengangkat derajat wanita, “Dalam perjalanan Nabi Muhammad salah satunya mengakat derajar kaum wanita dan memperhatikannya sehingga pada peringatan Isro' Mi'raj ini diisi dengan kajian fiqih wanita dan pembacaan maulid berjanji” jelasnya.

Acara ini mengundang Usatad Ahmad Nasoha dan Ustad Abu Nukman selaku alumni pondok pesantren Lirboyo Kediri. Dalam kajiannya Ustad Abu Nukman menyampaikan tentang haid dan nifas serta 7 golongan wanita. “Terdapat 7 golongan wanita terkait haid yaitu golongan wanita pemula yang sudah pintar, wanita pemula yang tidak pintar, wanita yang biasa haid dan pintar, wanita yang biasa haid tidak pintar namun ia ingat ukuran dan waktu haid, wanita yang biasa haid tidak pintar namun ia lupa ukuran dan waktu haid, wanita yang biasa haid tidak pintar lupa ukuran haid, dan wanita yang biasa haid tidak pintar lupa waktu haid” jelasnya. Sedangkan Ustad Ahmad Nasoha menjelaskan mengenai warna dan sifat darah. “Warna darah itu ada 5 yaitu hitam, merah, merah kekuning-kuningan, kuning, dan keruh sedangkan sifat darah itu ada 4 yaitu kental, cair, berbau dan tidak berbau” jelasnya

Gus Fajar (Budidaya Tanaman pangan ’16) selaku tamu undangan dari KMNU Polinela mangaku mendapat wawasan lebih mendalam mengenai wanita “Ternyata menjadi wanita itu tidak mudah, banyak hal-hal yang harus diketahui soal urusan kewanitaan dan saya juga berharap kajian ini dapat diadakan kembali serta dibahas secara tuntas pada kegiatan berikutnya” ujarnya. (Tuti Nurkhomariyah)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda