Guyonan Khas wong NU - KMNU-UNILA.Org : Menebar Dakwah Ahlussunnah Annahdliyah

Friday, February 22, 2019

Guyonan Khas wong NU



Pada berbagai kesempatan, ketua umum PBNU selalu mengampanyekan paham Islam moderat yang berdasarkan konsep rahmatan lil alamin. Tidak saja ke berbagai wilayah Indonesia, penyebarluasan paham itu juga dia lakukan di negara-negara di Asia Tenggara, sejumlah negara Islam di Timur Tengah, Amerika Serikat, bahkan hingga ke Vatikan. ''Saya pernah diundang Raja Bhumibol Adulyadej untuk mendamaikan pertikaian pemerintah Thailand dan umat Islam di sekitar Pattani, Thailand Selatan. Di sana raja sudah seperti dewa, jadi elek-elek ngene, saya pernah diundang oleh dewa.'' <> 

Mantan Ketua PWNU Jatim ini jeda bicara sesaat, saat hadirin tertawa mendengar selorohnya, ia mengatakan, ''Saya heran kenapa diundang untuk mendamaikan pertikaian di negeri orang. Di NU sendiri, gegeran gak uwis-uwis.'' Tak lupa, dia juga bercerita tentang Konferensi Islam Internasional (International Conference of Islamic Scholars/ICIS). 

Konferensi yang diprakarsai NU itu digelar kali pertama pada akhir 2004 dengan menghadirkan pemuka-pemuka Islam dari berbagai belahan dunia. Pertemuan untuk menyebarkan paham rahmat bagi seluruh alam itu memperoleh respons positif dari berbagai negara. ''Kalau rezeki NU mencukupi, insya Allah akan digelar lagi pada 2006 mendatang. Itu bisa terwujud, jika Sampeyan semua mengirim SMS...'' 

Mendengar guyonan itu, nyaris ulama yang hadir tertawa sembari bertepuk tangan. Lo, apa hubungan ICIS dengan SMS? Beberapa saat sebelum cak Hasyim menyampaikan taushiyah, salah seorang Ketua PBNU H Rozy Munir memperkenalkan SMS Infak yang merupakan hasil kerja sama dengan operator seluler Telkomsel, Pro-XL, dan Indosat. Lewat program itu, setiap nahdliyyin di mana pun berada, bisa berinfak Rp 5.000 atau Rp 10.000 ke Nahdlatul Ulama lewat SMS. ''Wis keplok kenceng-kenceng, durung mesthi kirim infak. Masiya didalili, ya ngerti dalile, tapi metu dhuwike tetep uangel (Sudah bertepuk tangan keras-keras, belum tentu mengirimkan SMS infak. Walaupun sudah diberi dalil, sudah tahu dalilnya, tapi uangnya tetap tidak keluar--Red),'' imbuh Pak Hasyim yang lagi-lagi disambut tawa hadirin. (Achiar M Permana, Jamal Al Ashari) 

 Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/7836/guyonan-khas-wong-nu

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda