Bandar Lampung— Merawat tradisi, mengenang perjuangan, dan meneladani dakwah para ulama menjadi bagian penting dalam perjalanan kader Nahdlatul Ulama. Semangat tersebut diwujudkan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung (Unila) melalui kegiatan Ziarah Bulanan KMNU Unila yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Kabupaten Pringsewu, Lampung.
Kegiatan ini diikuti oleh kader KMNU Unila sebagai ruang untuk memperkuat spiritualitas sekaligus mengenal lebih dekat jejak para ulama yang telah berkontribusi dalam kehidupan keagamaan masyarakat. Ziarah tidak hanya dimaknai sebagai kunjungan ke makam, tetapi juga sebagai momentum untuk mendoakan para pendahulu dan mengambil pelajaran dari perjuangan mereka dalam merawat agama serta membimbing umat.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan KMNU Unila mengunjungi tiga lokasi, yakni Makam Habib Yahya Assegaf, Makam K.H. Gholib, dan Makam K.H. Abdullah Sayuti. Ketiga lokasi tersebut menjadi tujuan ziarah untuk mendoakan para tokoh yang telah mendahului sekaligus menumbuhkan kesadaran kader akan pentingnya menghargai perjuangan ulama.
Bagi kader Nahdlatul Ulama, tradisi ziarah memiliki makna lebih dari sekadar perjalanan spiritual. Ziarah menjadi pengingat bahwa dakwah dan pengabdian generasi hari ini tidak terlepas dari perjuangan panjang para ulama terdahulu. Nilai ketulusan, keistiqamahan, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi pelajaran yang relevan bagi mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai kader sekaligus generasi penerus perjuangan Nahdlatul Ulama.
Ketua Umum KMNU Unila, Arjuna Yulizar Mahendra, menyampaikan bahwa kegiatan ziarah bulanan menjadi salah satu upaya untuk menjaga tradisi keagamaan sekaligus memperkuat karakter kader melalui keteladanan para ulama.
“Ziarah ini bukan sekadar perjalanan mengunjungi makam, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita untuk mengenang perjuangan para ulama dan meneladani nilai-nilai yang mereka ajarkan. Sebagai kader KMNU, kita perlu menjaga tradisi ini agar tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga menjadi sarana memperkuat spiritualitas, keilmuan, dan semangat khidmah kepada masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ziarah bulanan ini, KMNU Unila berupaya menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah yang telah mengakar di lingkungan Nahdlatul Ulama. Tradisi tersebut tidak hanya diwariskan melalui pengetahuan, tetapi juga melalui praktik yang menghubungkan kader dengan sejarah, keteladanan, dan nilai-nilai perjuangan para ulama.
Ziarah ke Pringsewu menjadi kesempatan bagi kader untuk sejenak mengambil jarak dari rutinitas akademik dan organisasi, sekaligus merefleksikan kembali arah pengabdian mereka. Di tengah dinamika kehidupan mahasiswa, mengenal jejak ulama menjadi salah satu cara untuk meneguhkan identitas, memperkuat spiritualitas, dan menumbuhkan kesadaran bahwa ilmu perlu berjalan beriringan dengan akhlak serta pengabdian.
Melalui kegiatan ini, KMNU Unila berharap tradisi ziarah dapat terus menjadi bagian dari proses kaderisasi yang tidak hanya memperkuat hubungan spiritual, tetapi juga menanamkan penghormatan terhadap ulama dan sejarah perjuangan Islam. Merawat jejak para ulama bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan mengambil nilai perjuangan mereka untuk meneruskan khidmah pada masa kini dan masa mendatang.
-R


